Hubungi Kami:(Safei, S.Pd.) 082365082751
  • My Video

    Kegitan latihan perguruan tangan mas
    Lbuk Basung, Kab.Agam

    Lihat Video Selengkapnya
  • EVENT

    Kejuaraan Silat Antar Pelajar Tingkat Sumbar Di SGO Lubuk Buaya Padang, 16-19 Desember 2013. Kerjasama anatara perguruan Tangan Mas dengan SMPN 26 Padang

    Lihat Selengkapnya
Showing posts with label BERITA. Show all posts


Tangan Mas Jajaki Kejuaraan antar Negara Serumpun
                             Oleh:Safei,S.Pd
Perguruan Silat Tangan Mas terus mencoba berbuat dalam pengembangan olahraga pencak silat. Pencak silat yang saat ini tengah dikampanyekan pemerintah untuk masuk sebagai olahraga yang dipertandingkan ditingkat Olimpiade. Upaya tersebut sebagai langkah memberikan peluang bagi Indonesia bisa meraih medali emas di Olimpiade, setelah cabang bulutangkis tak bisa lagi jadi tradisi emas Indonesia di ajang empat tahunan itu.  Tidak tanggung-tanggung, setelah sukses menyelenggarakan kejuaraan tingkat usia dini, pelajar beberapa kali, tahun ini perguruan ini mencoba menjajaki Kejuaraan Antar Negara Serumpun yang akan diikuti Indonesia, Singapura,dan Malaysia,jika respon acara ini baik mungkin gengsinya ditingkatkan se-Asia Tenggara.
Kejuaraan Internasional seperti ini sebenarnya sudah sering diadakan oleh perguruan silat di pulau Jawa. Cabang olahraga seperti karate di Malaysia sering mengundang atlet Sumbar dalam kejuaraan seperti dalam konsep ini, rencananya panitia mencontoh apa yang pernah dilakukan  negara tetangga tersebut.  Rencananya acara ini tidak hanya mentok sebatas adu ketangkasan para pesilat namun misi lainnya adalah menjalin keakraban antar negara tetangga,dan mendekatkan negara tetangga dengan ranah minangkabau. Karena tak bisa dipungkiri silat adalah bagian dari budaya leluhur minangkabau,jadi tema inilah yang ikut di usung dalam kegiatan tersebut.
Sesuai rencana kegiatan ini dipusatkan di kompleks kampus UNP Air Tawar. Selain dekat dengan GOR UNP yang rencananya dipakai juga dekat dengan wisma penginapan LPMP. Sehingga akses arena pertandingan dan penginapan atlet berdekatan. Setelah acara kejuaraan usai dan closing ceremony, atlet negara asing dan dalam negeri diberi satu hari untuk rekreasi ke tempat wisata di Sumbar, seperti Jam Gadang Bukit Tinggi dan Istana Baso Pagaruyung. Walaupun tournament ini bersifat semi professional, para atlet akan diperlakukan secara VIP, seperti proses penjemputan kebandara, registrasi, penginapan, property untuk atlet kokarde, buku panduan, dan  lain sebagainya. Panitia juga berencana membuat logo khusus, maskot khusus.  Saat ini panitia mencari pihak-pihak yang mau ikut mensponsori kegiatan tersebut, untuk kontak panitia bisa di hubungi 085363057315.   ***  

Pengembangan Silat Terkendala Pelatih


Jakarta (Satlak PRIMA): Olahraga pencak silat sebagai olahraga asli Indonesia kini sudah berkembang ke 42 negara. Sayang belakangan ini upaya untuk terus membuat pencak silat dikenal masyarakat dunia, terkendala dengan pelatih. Banyak pelatih yang menolak dikirim karena alasan berbeda-beda.
“Pelatih yang mau dikirim ke luar negeri itu banyak yang berpikir panjang sebelum berangkat. Pasalnya, kontrak biasanya hanya dua tahun, setelah itu mereka harus kembali ke Tanah Air. Nah, untuk meninggalkan keluarga selama dua tahun itu kan tidak mudah,” kata Sekjen PB IPSI Erizal Chaniago di Jakarta, Selasa (2/4), di sela-sela kunjungan Deputi IV Kemenpora ke Pelatnas Pencak Silat.
Kini, kata Erizal, pengembangan pencak silat ke luar negeri lebih banyak dilakukan lewat perkumpulan. PB hanya memfasilitasi saja. Bahkan tidak jarang ada atlet dari Australia yang berguru ke Padepokan TMII dalam jangka waktu tertentu.
“Untuk tetap mengembangkan atlet ke luar negeri, PB IPSI punya program penataran pelatih. Biasanya ini juga diikuti oleh pelatih dari luar negeri. Nah, ke depan kita mengharapkan bantuan pemerintah lewat keduataan besar. Misalnya lewat atraksi pencak silat dalam setiap perayaan kebangsaan di luar negeri,” kata Erizal. (Marpi)

Acara Pembukaan Gelanggang Silih Baganti (GSB)

Gelanggang Silih Baganti (GSB) 2013.Festival silat di Sumatera Barat. Bentuk apresiasi dan keseriusan masyarakat minangkabau melestarikan budaya leluhur pencak silat.

Silat Menatap Olimpiade



Silat Menatap Olimpiade
              Oleh: Safei 


Sebuah anomali  ketika atlet Indonesia tak lebih dari 24 orang saja yang mampu lolos ke Olimpiade 2008 di Beijing China. Padahal ada 7.500 atlet yang  bertarung sebelumnya di PON Kaltim. Dan hanya 21 atlet saja yang berlaga di Olimpiade London 2012, sementara ada 7.432  atlet berlaga di PON Riau. PON sama-sama kita ketahui  adalah ajang paling prestisius di negeri ini, sebagai cikal bakal atlet yang akan menuju ajang sesungguhnya, yakni Olimpik Games atau yang kita sebut Olimpiade. Pertanyaannya, kemana ribuan atlet lainnya yang telah berlaga di PON dengan biaya akomodasi yang sangat besar itu? (konon mencapai Rp100 miliar (APBN Rp43 miliar) dan APBNP senilai Rp57 miliar di PON Riau). Artinya, penyelenggaraan PON yang begitu megah dengan biaya dan tenaga yang sangat besar ditangggung tuan rumah, ternyata paradoks dengan atlet yang di loloskan ke Olimpiade. Jelas, sudah saatnya PON direformasi dan dirubah agar lebih efektif dan  efisien untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang akan menjajal event akbar sebesar Olimpiade.
 Akan tetapi apa yang kita lihat akhir-akhir ini, PON terkesan jadi ajang gagah-gagahan, faktanya tuan rumah berusaha jadi penyelenggara sebaik mungkin, menganggarkan banyak uang, hingga ujung-ujungnya tersandung juga  oleh  KPK. Terkadang stadion-stadion yang telah selesai menghelat event, setelah itu pemerintah pun bingung mencarikan biaya perawatan, hingga venue-venue tadi pun terbangkalai.  Ini baru bentuk resiko yang ditanggung tuan rumah. Sama halnya dengan peserta, masing-masing daerah berupaya mengirim atlet sebanyak mungkin dengan logistik dan biaya yang membengkak pula. Saya terkejut ketika mengetahui aeromodeling tiba-tiba dipertandingkan di PON. Kalau dilihat dari sisi fisiologi, cabang  tersebut belum bisa dikatakan sebuah cabang olahraga dan lebih mendekati pada rekreasi atau hobi-hobi santai di sore hari. Namun, cabang-cabang non olimpik ini dipertandingkan  maaf, hanya karena arogansi penggurusnya, padahal harus kita sadari PON harus relevan dengan Olimpiade. PON harus fokus untuk mempertandingkan cabang Olimpiade. Ini pun bukan bearti mematikan cabang-cabang yang saya yakini juga memiliki banyak peminat ini, namun kita harus berpikir realistis, bahwa kita selalu tertinggal di ajang sesungguhnya, yakni Olimpiade. Logikanya kita menghabiskan waktu dan biaya pada hal yang sunnah dari pada yang wajib. Cabang-cabang non olimpik bisa dipertandingkan dalam event khsusus dan tersendiri, termasuk drum band yang konon akan dipertandingkan di PON Jabar nanti. Logikanya, kalau saja ada 10 cabor non olimpik di tiap PON nya, otomatis panitia harus menyediakan venue sebanyak itu juga. Masing-masing daerah pun harus mengeluarkan akomodasi yang membengkak untuk memberangkatkan atlet-atlet tersebut.
Ide mengevaluasi PON memang sudah tercetus oleh berbagai kalangan sejak lama, melihat dari efisiensi dan follow up yang dihasilkan terhadap Olimpiade. Namun, ide-ide tersebut tidak digubris oleh tokoh-tokoh yang cabangnya tercoret tanpa mau membuka pikiran secara terbuka dan realistis menerima realita. Mereka lebih mempertimbangkan arogansi karena ada kepentingan tersendiri disana. Misalnya pada PON Riau lalu, ada masukan dari beberapa tokoh untuk mengurangi beberapa cabor yang membengkak hingga 40 lebih, namun banyak PB/PB yang telah terlanjur cabornya dipertandingkan di PON bersikeras cabor tersebut tetap dipertandingkan. Hingga PON tetap lah menjadi ajang kolosal empat tahunan, PON usai, berbagai masalah pun mengintai karena rumitnya beban kerja tuan rumah. Bukan rahasia lagi PON terkadang jadi proyek, bukan hal baru banyak yang berurusan dengan KPK setelah PON usai.
Kita harus mengembalikan marwah PON sebagai ajang unjuk diri menuju Olimpiade. PON pertama sekali pada 1948 di Solo sangat relevan dengan Olimpiade 1952 di Helsinki. Juara-juara PON 1948 langsung unjuk gigi di Olimpiade Helsinki. Kita harus sadari kita sudah jauh tertinggal, atlet-alet muda kita tak bisa berbuat banyak di Youth Olympic di Singapura 2010 lalu, yang notabene atlet-atlet muda inilah yang nantinya akan berlaga di Olimpiade sesunguhnya. Masihkah kita bertahan dengan cara pikir lama? Sementara realita seruan untuk berubah di depan mata kita. Kalau bertahan dengan cara lama, bersiap-siaplah untuk tenggelam lebih dalam. Ingat! Tradisi emas sudah hilang di Olimpiade London 2012.

***Pencak Silat Masuk Olimpiade
Diajang Olimpiade baru bulutangkis, angkat berat, dan panahan yang mampu berbicara. Namun, ironisnya ditahun 2012 lalu tradisi emas dicabang bulutangkis pun sudah hilang di Olimpiade  London. Sebenarnya, ada cabang unggulan Indonesia yang memiliki peluang untuk bisa diandalkan mampu mengharumkan nama Indoensia di Olimpiade, yakni pencak silat. Selain menjadi olahraga leluhur di Indonesia, Indonesia masih tercatat sebagai juara umum silat ditingkat internasional, minimal di tingkat SEA Games. Sayangnya, kampanye yang dilakukan pemegang kepentingan Pencak Silat dunia belum mampu mengambil hati IOC sebagai pengambil keputusan organisasi itu untuk meloloskan pencak silat untuk dipertandingkan di Olimpiade, termasuk Olimpiade 2016 di Brasil.  Hingga,ditingkat Asian Games saja pencak silat belum bisa dipertandingkan hingga sekarang. Keberhasilan Taekwondo, wushu masuk nomor pertandingan olimpiade beberapa kali memang tidak lepas dari lobi-lobi yang dilakukan, mulai dari kampanye lewat film dan memperkenalkan ke penjuru dunia dengan mengirim pelatih ke berbagai negara. Pencak silat memang telah melakukannya namun belum dilirik oleh IOC. Padahal silat sudah cukup mengglobal,bahkan pencak silat sudah masuk dalam kurikulum di American University (Formula/Menpora).
Ternyata setelah diselidiki masih ada kendala yang dihadapi dalam pengembangan silat ke berbagai negara, seperti kendala dana,terbatasnya pelatih professional, dan kendala penguasaan bahasa asing. Pencak silat memiliki masa depan cerah jika benar-benar dikembangkan ke tingkat dunia, karena dari segi beladiri, seni, dan estetika permainan olahraga ini memenuhi syarat untuk dipertandingkan sebagai sebuah sport.  


Penerimaan Anggota Baru Tangan Mas

Perguruan Silat Tangan Mas Kota Padang membuka pendaftaran anggota baru. Dengan program latihan terpadu.
Persyaratan
1.Warga negara Indonesia
2.Berbadan sehat
3.Membayar uang pendaftaran Rp 100.000
4.Mentaati tata tertib di perguruan Tangan mas
Tenpat latihan :Gor SGO Lubuk Buaya, Padang
Hari/jam         : Minggu/08.00-12.00 WIB
"Dengan Pencak Silat Kita bentuk pemuda berkarakter tangguh, kuat, religius"



Penyerahan piala juara umum Asrial, SH (dewanguru tangan mas)

 
Asrial,SH pendiri perguruan silat Tangan Mas




Kejuaraan Silat Pelajar Ditutup, Sakato Semen Padang Juara Umum


Perhelatan Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Se-Sumbar yang dilaksanakan sejak 16 Desember lalu di GOR FIK Lubuk Buaya resmi ditutup Kamis, (19/12). Menurut Kepala Sekolah SMPN 26 Padang, Dra.Murniati Kudus,M.Pd acara berlangsung lancar tanpa kendala yang cukup bearti, seperti pemondokkan yang dihari pertama sempat lost control karena peserta diluar prediksi,sementara gedung sekolah yang tersedia sangat terbatas, namun hal tersebut bisa diatasi pihak sekolah dengan cepat sebagai penyelenggara , ujar Murniati kudus Jumat, (20/12) lalu. Sementara itu Sahripal Ependi, ketua panitia helatan kejuaraan pelajar terbesar pertama di Sumbar itu menuturkan bahwa semua perencanaan berlangsung sukses, seperti tidak ada aksi protes berlebih official terhadap panitia, opening ceremony pun sangat khidmat dan mendapat apresiasi luar biasa dari sekitar ratusan penonton karena disuguhkan dengan tari gelombang dan pasambahan yang ditampilkan oleh siswa SMPN 26 sendiri saat pembukaan. Begitu juga acara penutupan berlangsung sangat sakral dan berkesan, karena setiap atlet pemenang diberi penghormatan menaiki podium dan dikalungkan medali, serta mendapatkan tabanas,dan piagam penghargaan. Hal yang sama juga disampaikan Asrial, SH,pendiri perguruan silat Tangan Mas, acara seperti ini harus mendapat apresiasi, karena inisiatif langsung dari pihak yang tidak bergelut dibidang olahraga, IPSI harus berterimaksih kepada pihak-pihak yang turun tangan membantu program mereka,ujar Asrial. Sementara dalam kejuaraan tersebut keluar sebagai juara umum I kontingen pencak silat dari Sakato Semen Padang (2 emas,1 perak, 1 perunggu),Juara umum II Kontingen Pencak silat anak nagari (1 emas, 1 perak), dan Juara umum III diraih kontingen silat patbambu (1 emas, 1 perunggu), dalam kejuaraan yang juga diikuti Riau-dan Jambi itu perolehan medali hampir merata,karena hampir tiap kontingen kebagian medali.***

Kejuaraan Silat Pelajar Se-Sumbar Akan Diikuti Pesilat Riau dan Bengkulu

[Foto: Safei]
Kejuaraan silat pelajar se-Sumbar yang dihelat SMP N 26 Padang bersama Perguruan Silat Tangan Mas pertengahan Desember ini dipastikan di ikuti pesilat Riau dan Bengkulu. Hal tersebut dibenarkan Ketua Panitia Sahripal Ependi, Sabtu (10/11). “Awalnya kita merencanakan diikuti pelajar tingkat provinsi di Sumatera Barat, namun ternyata mendapat respon luar biasa dari provinsi luar Sumbar, lagi pula pelaksanaan bertepatan dengan pasca ujian semester sekolah,” ujar Sahripal Ependi.

Lebih lanjut lagi Sahripal Ependi mengatakan bahwa kegiatan ini mungkin saja kita naikkan gengsinya menjadi kejuaraan tingkat wilayah karena sudah diikuti provinsi lain. Saat ini sudah banyak stakeholder yang membantu baik dari instansi pemerintah maupun swasta yang membantu secara moril maupun materi, kita sangat mengharapkan partisipasi pihak lain, karena acara ini sangat positif untuk pembinaan generasi muda dalam prestasi olahraga silat, dan yang terpenting adalah pembinaan karakter anak bangsa. “Saat ini pemerintah sangat menggalakkan pendidikan karakter, pencak silat merupakan salah satu wadah yang sangat tepat”, ujar Sahripal. Direncanakan kejuaraan ini dihelat di GOR Ex SGO Kampus II UNP dan terbuka bagi pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat. **

250 Pesilat Pelajar Akan Jajal Kemampuan




PADANG-Panitia pelaksana kejuaraan silat pelajar Se-Sumbar SMPN 26 memastikan sekitar 250 pesilat akan adu kemampuan 16-19 Desember nanti. Hal tersebut dibenarkan Kepala Sekolah SMPN 26 Padang Drs.Murniati Kudus,M.Pd setelah rapat teknis, Jumat (14/11) lalu. Dengan membatasi peserta maka setiap sekolah akan berlomba-lomba mengirimkan pesilat yang terbaik dikelasnya, hal ini memungkinkan kejuaraan ini semakin kompetitif karena diikuti pesilat-pesilat terbaik disekolahnya, ujar Murniati Kudus. Hal senada disampaikan Ketua Panitia, Sahripal Ependi, bahwa kejuaraan tersebut sudah positif diselenggarakan, sesuai rencana di GOR kampus II UNP Lubuk Buaya. ”Kejuaraan ini kesempatan bagi pesilat pelajar pemula, karena atlet PPLP, Popnas, dan Popwil tidak diperkenankan ikut serta untuk memberi peluang pada pelajar lain untuk berprestasi”, ujar Sahripal. 

Pada kejuaraan ini selain memperebutkan medali, piagam dan tabanas, juga memperebutkan thropy bergilir dan thropy tetap, ada ciri khas dalam kejuaraan ini bahwa setiap perguruan boleh memakai baju perguruan masing-masing. Rencananya kejuaraan tersebut dibuka langsung oleh Walikota Padang, Fauzi Bahar yang selama ini sangat giat mengkampanyekan pencak silat disekolah-sekolah di kota Padang, karena silat merupakan budaya leluhur Minangkabau. “Kita mengharapkan melalui kejuaraan ini pencak silat makin trend disekolah-sekolah, selama ini beladiri seperti karate, taekwondo lebih dulu populer dikalangan siswa, jangan sampai pencak silat asing dinegeri kita sendiri, Kejuaraan ini terselenggara bekerjasama dengan Perguruan Silat Tangan Mas, untuk info dan pendaftaran bisa menghubungi 085363057315”, tutup Sahripal Ependi. **


Kejurda Silat Pelajar Siap Dihelat

Panitia Kejuaraan Silat Pelajar Se-Sumbar berfoto bersama setelah rapat teknis


Panitia penyelenggara Kejurda Silat Pelajar Se-Sumbar memastikan acara siap di gelar 16-19 Desember 2013 di GOR Kampus II FIK UNP. Hal tersebut dibenarkan Kepala Sekolah SMPN 26 Padang, Murniati Kudus,M.Pd, Rabu,(11/12). Segala persiapan sudah selesai seperti perwasitan, teknis, hingga pemondokan atlet, sekolah menyediakan gedung sekolah untuk ditempati atlet, sehingga atlet dari luar daerah tidak perlu lagi memikirkan biaya penginapan selama acara, ujar Murniati Kudus. Rencananya kejuaraan tersebut dibatasi hanya 250 peserta. Sampai hari ini registrasi peserta sudah separo dari target, sekolah yang ikut serta memang sekolah yang memiliki pesilat pelajar terbaik disekolahnya, tutur Murniati Kudus.

Sementara itu Sahripal Ependi, ketua panitia menuturkan bahwa kejuaraan ini memperebutkan 38 keping medali, yang dibagi dalam kelas A,B,C,D,E,F/pa dan A,B,C,D/pi. Selain memperebutkan medali, pemenang akan diberi uang pembinaan, piagam, dan tim pengumpul medali emas terbanyak akan membawa piala juara umum. Menurut Sahripal Ependi selain diikuti pesilat pelajar se-Sumbar kejurda ini juga didatangi pesilat pelajar dari provinsi luar Sumbar seperti, Riau dan Jambi. Rencananya acara dibuka langsung oleh Walikota Padang, Fauzi Bahar yang juga ketua IPSI Sumbar.

Kita berharap kegiatan ini benar-benar memberikan sumbangsih bagi perkembangan olahraga beladiri pencak silat, sebab kampanye menduniakan pencak silat tidak cukup dengan retorika belaka namun harus dengan aksi nyata. Jangan sampai warisan leluhur orang-orang tua dulu ini terkikis oleh zaman, kita mulai perkenalkan dari sekolah-sekolah sehingga silat bisa sejajar dengan olahraga beladiri lain seperti, karate, taekwondo, wushu yang lebih dulu mendunia, tutup Sahripal. Acara ini bekerjasama dengan Perguruan Silat Tangan Mas.***

Facebook

Tinggalkan Pesan

Name

Email *

Message *

Sekretariat Kami